Sabtu, 04 Agustus 2012

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan


“reta…1 minggu lagi kita pulang lho…senengnya deh..”kataku
“iya hulwah..aku kangen banget sama ummi , abi tapi aku juga gak mau pisah sama kamu hulwah…3 tahun kita bersahabat, dan 1 minggu lagi kita akan berpisah..”jelas reta dengan suara yang agak serak. Dan tak terasa setetes air beningpun jatuh membasahi pipi kami berdua.
“zareta…udah jangan nangis! Aku kan masih tetep mondok disini..Cuma kita beda tempat aja kan..?kita masih bisa ketemu kok reta..”kata hulwah.”iya sih hulwah tapi, kita gak bisa bareng-bareng kayak dulu lagi..hulwah..”
“aku janji kalau ada waktu,aku bakal kesini nengokin kamu”janji hulwah. “janji ya…”kata reta sambil menyodorkan jari kelinngkingnya sebagai tanda janji akan ditepati.
Allahu akbar allahu akbar…
Adzan pun berkumandang dari surau yang telah tampak ramai oleh santriwan dan santriwati yang hendak melaksanakan sholat ashar.aku dan zareta pun segera melesat kekamar mandi untuk mengambil wudhu’ dan kemudian kembali kekamar “AL-KAISYA” untuk mengambil perlengkapan sholat. Tak lama kemudian aku, zareta, dan teman-teman “AL-KAISYA” yang lain  menuju ke masjid untuk sholat ashar berjamaah dengan kyai.
“allahummasholli ‘ala nuril anwar wa sirril ashror…
wa tiryaqil aghyar..wa miftahi babil yasar..sayyidina muhammadinil mukhtar
wa aalihil athar wa ashhabihil aghyar
..”belum selesai sholawat itu dilantunkan oleh santri putra kyai pun rawuh. Segera saja santri putra yang sebelumnya telah membaca sholawat untuk menunggu kedatangan sang kyai akhirnya iqomah pun dilantunkan dengan baik pula.
Setelah selesai wiridan semua santri langsung saja mengambil kitabnya masing-masing untuk mengaji dengan kyai. Sampai akhirnya adzan maghrib pengajian kitab pun ditutup dan semua para santri sholat maghrib berjamaah.
Lantunan ayat suci al-qur’an yang merdu terdengar dari segala penjuru masjid, rupanya para santri tengah sibuk mengaji untuk mengobati rasa rindunya pada sang pencipta alam semesta.
aku dan zareta pun juga terhanyut dalam ayat-ayat suci tersebut, sehingga tidak mendengar ada yang memanggilku dari kejauhan. Ternyata dia nita.
“hulwah, kamu ada tamunya tuh di reseption, kayaknya orang tuamu deh…cepet temuin deh..soalnya udah agak tadi.” Kata nita sambil agak mengeraskan suara karna memanggilku dari kejauhan.Segera aku menyudahi bacaan al-qur’anku, dan meletakkan mushaf suci itu ditempat yang telah disediakan oleh pesantren dan kutata rapi.
***
Sesampai di reception, aku melihat seorang anak kecil perempuan menghampiriku.Ya Allah tenyata dia adik perempuanku, dia Aila qotrun nada biasanya keluargaku memanggilnya dengan sebutan Aila.dia mencium tanganku sebagai tanda hormat karna aku adalah kakaknya, akupun juga mencium kedua pipi Aila.
   “aila, ummi sama abah ada dimana..?”
“abah sama ummi masih ke maqbaroh kak, oh ya kak aila peringkat 1 lho…” kata aila dengan penuh kegembiraan.
“oh ya..? bagus dong adik kakak harus rajin biar jadi orang pintar..”
“oke kak adek bakalan rajin terus biar dapet peringkat 1 terus…da juga dikasih hadiah sama ummi dan abah..”
Aku tersenyum mendengar ucapan adik kecilku yang polos itu. Walaupun dia masih duduk dikelas 2 Sd dia begitu menghormati ummi, abah, a’ nana dan juga aku.
Dari kejauhan aku melihat ummi dan abah dating dari arah dimana letak maqbaroh didirikan.
aku segera mencium tangan ummi dan abah dengan penuh kekhidmatan.
kami pun segera berbincang-bincang. Aku memulai percakapan, “ummi kapan a’ nana pulang kebondowooso…?”
“insyaallah hari rabu  depan tepat dengan kamu pulang akhirussanah, ini a’ nananya katanya mau bicara sama kamu” sambil menyodorkan sebuah handphone nokia milikku.

Segera saja aku mencari nomer telfonnya a’ nana didalam memori telefonku itu. Setelah agak lama aku mencari baru aku mendapatkan nomer telfonnya dengan nama “A’nana_ku”
dan akupun memencet tombol warna hijau di sebelah kiri dan nada sambung pun terdengar
dari seberang.
rupanya kakakku itu memakai NSP dari penyanyi muda…
“tuhan berikanlah aku cinta..untuk temaniku dalam sepi tangkap aku dalam terangmu biarkanlah aku punya cinta….”
belum selesai lagu itu dilantunkan
“assalamualaikum, dek hulwah ya…?” kata a’ nana dari seberang.
“waalaikumsalam a’…iya ini aku hulwah a’..a’ nana pulang rabu depan ya…?”
“iya dek…kan adek rabu depan juga pulang akhirussanah..dek salam sam ummi dan abah a’ nana kangen banget ma kalian semuanya..”
“iya kak, “
belum selesai aku berbicara dengan a’ nana ternyata sudah terputus.
“ ummi belim mengisi pulsa di hp-nya hulwah ya…?pantesan aja langsung mati gitu aja”
“aduh ummi lupa tadi nak..ya udah ini pakai handphone ummi aja “
“ biar dah ummi gak usah, hulwah mau ngobrol sama ummi dan abah aja deh..”
“ nak, nanti acara akhirussanahnya dimulai jam berapa?” Tanya abah memulai obralan kami.
“ kayaknya jam 8 gitu bah…oh ya bah, nanti pas acara akhirussanah camera yang dirumah bawa ya bah..! hulwah mau mengabadikan acara itu..” pintaku pada abah rada manja sedikit.
“ iya, hulwah kemarin temen kamu duh sipa dah namanya abah lupa” sambil menggaruk kepala dan membetulkan letak peci putih yang di kenakan abah saat itu.
“ Nashrullah, kirana, kembar, fiqa, gigih, sama ratih kemarin kerumah nak dikira kamunya udah ada rumah” jelas ummi
“ nah iya merka mereka semua kemarin kerumah cari kamu nak..mereka nganterin undangan reuny katanya dirumahnya Nashrullah “ abah melanjutkan penjelasan ummi.
            Obrolan itupun berlanjut hingga akhirnya abah dan ummi pamit pulang. Aku mencium kembali tangan mereka dan mengucapkan salam. Tak lupa juga dengan si kecil aila yang dari tadi tengah sibuk memainkan boneka kesayangannya itu.Dan akhirnya akupun masuk kedalam area pesantren putri.Aku sangat bahagia malam itu karna keluargaku telah menengokku dan yang terakhir Nashrullah pujaan hatiku kemarin dating kerumah bersama sahabatku waktu aku masih duduk di sekolah diniyah (MI).ingatanku kembali melayang saat masa-masa indah itu, tapi tak lama aku hanyut didalamnya tiba-tiba sarah, zareta, husna, nita mengagetkanku dari belakang. Dan akhirnyapun pikiranku tentang masa-masa yang indah itu buyar dengan suara mereka yang telah membuatku sedikit kaget.
            “ hayoo ngaku mikirin siapa nih kok pada senyum-senyum sendiri…?” kata sarah
“ yah sarah masih nanyak ya pastilah hulwah ne lagi mikirin pangerannya, pangeran Nashrullah.” Goda zareta kepadaku.
“ hush kalian ini jangan su’udzon lho ya…” aku membela diri,walaupun memang benar aku lagi mikirin Nashrullah, gengsi dikit biar gak kelihatan terlalu mengharapkan gitu hehehe.
“ udah ah aku mau sholat isya’ dulu”
akupun segera keluar dari kamar walau dengan pikiran yang masih tetuju pada sosok tampan Nashrullah.
            Seusai melaksanakan sholat isya’ aku kembali kekamar untuk istirahat.
sesampai di kamar aku masih melihat sarah dan zareta belum tidur, rupanya mereka masih asyik dalam perbincangannya. Aku tidak mau mengganggu keasyikan itu, segera aku mengmbil peralatan tidurku dan segera aku merebahkan tubuhku di atas alas hambal yang tidak terlalu tebal.Sebelum aku menjelajahi dunia mimpiku, aku membaca do’a dan akupun memasuki alam mimpi yang dapat membuatku sedih, ketakutan dan bahagia.
            1 minggu telah usai, dan kini adalah hari akhirussanah dimana semua kelas 3 pada seluruh pendidikan berkumpul untuk menghadiri acara perpisahan denga kyai, bu nyai, guru-guru, teman-teman, dan bahkan juga pesantren yang memang setelah menyelesaikan program belajarnya akan melanjutkan sekolah dipondok yang lain.
            Acara demi acara telah kami ikuti dengan khidmat.Dan kini saatnya para santri pulang kekampung halaman masing-masing.Iask tangisan pun mewarnai suasana di kamar AL-KAISYA.
kami semua saling berpelukan dan tak lupa dengan tangisan sedih karna akan berpisah.
setelah saling berpamitan, aku segera membawa semua barabg-barangku karna aku akan melanjutkan sekolah di MA MODEL  dan asramanya tidak lagi di pondok pusat tetapi di pondok hafshwaty.
***
            Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam mobil yang dikendarai oleh abah kini telah sampai di halaman rumah. Betapa senagnya aku melihat suasana rumah yang sejuk hening tidak seperti dipondokku yang selalu ramai karena santri-santri yang bersenda gurau.
            Dari dalam rumah aku melihat seorang yang kelihatannya sudah agak sepuh tergopoh-gopoh.Rupanya dia mbah rondo orang yang slama ini telah membantu pekerjaan rumah tangga ummi. Dia mengambil semua barang-barangku yang ada di mobil.karena aku tidak tega akupun membantunya tapi dia berkata “ sudah mbak hulwah masuk saja kekamar ini biar mbah rondo saja yang bawa kekamar mbak hulwah, lagian mbak hulwah juga capek baru datang, biar mbak sarinya saja yang bantu mbah.” Katanya.
“ sebentar mbak sari…” aku bertanya-tanya dalam hati siapa yang dimaksud dengan mbak sari itu. “ mbah mbak sari itu siapa ya…?” tanyanku kemudian.
“ mbak sari itu anak mbah yang kedua dia dicerai sama suaminya, dan dia sangat butuh pekerjaan untuk menghidupi anaknya yang masih kecil, dan mulai bulan kemarin dia sudah dipekerjakan dirumah ini sama umminya mbak hulwah.”
            Setelah itu aku segera kekamar untuk merebahkan tubuhku yang sudah kelelahan karena menempuh perjalanan yang cukup jauh.Setelah agak lama aku merebahkan tubuhku aku hendak kekamar mandi tapi mataku melihat sebuah kertas berwarna coklat tua tergeletak di meja belajarku.
            setelah aku buka ternyata itu adalah surat reuny yang kata abah dan ummi pada waktu itu. Segera aku mebacanya dan ternyata “ alhamdulillah acaranya besok lusa” kataku kegirangan. Akupun meletakkan surat itu dimeja belajarku kembali dan akupun mandi untuk menghilangkan rasa capekku.
***
            “ mbak hulwah…di panggil ummi sama abah diteras depan” kata mbah rondo sedikit berteriak dari luar kamar. “ iya mbah sebentar lagi, hulwah masih baru selesai mandi” kataku.
kemudian setelah aku memakai kerudung aku segera menuju ke teras depan dengan membawa segelas susu putih yang memang kesukaanku, apalagi cuaca di bondowoso pada waktu itu dingin. “ hulwah…” teriak seorang wanita dari teras depan dimana ummi dan abah berada. “ ya Allah a’ nana…” segera aku memeluk erat tubuh kakak perempuanku itu, karna memang sudah lama kami tidak bertemu dengan kesibukan masing-masing. “ dek hulwah kamu kok pucet gitu..sakit tah..?” kata mbakku itu. “ gak kok a’ mungkin gara-gara di bondowoso sekarang cuacanya dingin jadi sedikit flu deh…” kataku. “ hulwah, sudah dibaca nak surat reunynya..?” tanya abah kepadaku. “ iya bah sudah acaranya besok lusa lho..abah mau kan nganterin hulwah kesana..!” pintaku pada abah. “ iya nak, ntar abah anterin kesana, memang dirumahnya siapa..?”. “ dirumahnya nashrullah itu loh bah..” kataku sambil meminum susu. “ ohhh dirumahnya nashrullah putranya ustadz masrur kepala sekolahmu dulu itu..?”. “ iya bah, kan disana ada pesantrennya jadi di laksanakan disana acara reuny itu..”. “ ohhh” kata abah mangut-mangut sambil meneruput secangkir kopi hangat buatan ummi. “
            Setelah sekian lama kami sekeluarga mrngobrol dan diselingi dengan tawa karena tingkah laku si kecil aila, tak terasa suara adzan pun terdengar.Kami semua bersiap-siap untuk sholat berjamaah.
***
            Kini telah tiba dimana reuny itu dilaksanakan. Aku telah siap dengan memakai jubah berwarna silver dan kerudung yang sepadan dengan warna jubahku itu. Tas kecil aku cangklongkan di badanku. “ hulwah..nak ayo berangkat sudah jam 3 nih..kamu udah telat.” Kata ummi setengah berteriak dari ruang tengah.“ iya mi..ini hulwah udah siap.”
            Kemudian ummi, abah, a’ nana, dan si kecil aila serta aku menaiki mobil yang melaju dengan sedikit cepat. Pada hari itu keluargaku pergi ke kota jember kecuali aku. 10 menit kemudian mobil yang aku naiki telah sampai di halaman pesantren milik nashrullah.Disana sudah banyak orang, segera saja aku memasuki area pesantren. Aku pun memasuki masjid tempat acara itu berlangsung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar