Kamis, 30 Agustus 2012

Hikmah dan Nilai Zakat Fitrah*



H

ari-hari Ramadhan terus berlalu, mengiringi langkah kita. Tidak lama lagi bulan yang penuh berkah ini akan meninggalkan kita, dan baru kembali satu tahun yang akan datang.
            Sehabis Ramadhan, kita disambut oleh yaum ’Idl Fithr, hari dimana seluruh kaum muslimin merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berjuang melawan godaan hawa nafsu, demi melaksanakan perintah Ilahi, menahan diri dari segala yang membatalkan puasa.
            Meskipun ’Idl Fithri kali ini mungkin akan diwarnai khilafiyah, karena Majlis Tarjih Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat yang menetapkan 1 Syawal 1428 H jatuh pada Jum’at, 12 Oktober nanti (Radar Banjarmasin, 21/09/2007), berbeda dengan kalender yang beredar dimasyarakat, dimana ditulis hari raya tersebut jatuh pada Sabtu 13 Oktober -kendati masih belum final- sejatinya khilafiyah ini tidak perlu dibesar-besarkan, karena masing-masing memiliki landasan dan dalil yang kuat serta bisa dipertanggungjawabkan.
            Pada hari lebaran tersebut seluruh umat Islam diwajibkan membayar zakat fitrah, demikian yang menjadi kesepakatan (Ijma’) ulama dengan dalil sebuah hadits shahih yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, ”Rasulullah Saw telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar melaksanakan shalat ’Idl Fithr”. (Ibnu Qudamah, III/67-68)
            Mengenai kapan waktu wajib itu dimulai, terdapat perbedaan pendapat dikalangan mujtahid. Imam Syafi’i, Ahmad, Ishaq, ats-Tsaury dan Imam Malik -dalam satu riwayat- sepakat bahwa zakat fitrah wajib dimulai saat terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan. Sementara itu, Imam Abu Hanifah dan ashhabnya, Imam al-Laits, Abu Tsaur dan Imam Malik –dalam riwayat yang lain- berpendapat bahwa waktu wajibnya dimulai terbit fajar hari raya. Meskipun permasalahan ini terlihat sederhana, namun implikasinya terlihat jelas pada orang yang dilahirkan ataupun wafat setelah terbenamnya matahari dan belum terbit fajar. Apakah ia terkena beban kewajiban membayar zakat ataukah tidak? (Ibnu Rusydi, I/273).
            Membicarakan khilafiyah adalah membicarakan sesuatu yang tak ada habisnya, karena masing-masing memiliki alasan yang kuat. Padahal masih terdapat hikmah lain yang mesti kita gali, terselip dalam setiap ibadah yang diwajibkan Allah kepada kita, termasuk dalam kewajiban membayar zakat fitrah ini.

Zakat tanpa Nishab
            Berbeda dengan zakat yang lain, dalam zakat fitrah tidak disyaratkan adanya nishab (batas minimal terkena beban), hal ini dikarenakan zakat fitrah adalah zakat bagi badan dan jiwa, bukan zakat bagi satu jenis harta. Dengan demikian, kewajiban ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya golongan berpunya. Manakala seseorang memiliki simpanan makanan pokok walau hanya cukup untuk satu hari, ia terkena kewajiban membayar zakat fitrah. Dalam sebuah hadits dari Tsa’labah bin Abi Shagir, dari ayahnya, Rasulullah Saw bersabda, ”Bayarkanlah zakat fitrah satu sha’ gandum –atau gandum jenis burr- dari setiap manusia, baik anak-anak ataupun dewasa, merdeka ataupun sahaya, kaya atau miskin, laki-laki dan wanita. Jika (yang berzakat) orang kaya diantara kalian, Allah Swt akan menyucikannya (dengan zakat tersebut), dan jika ia fakir, Allah Swt akan mengembalikan dengan yang lebih banyak dari zakat yang telah diberikannya”. (HR Abi Daud dan Ahmad).
            Dari sini kita bisa menilai, diwajibkannya zakat fitrah pasti memiliki hikmah yang lebih dari sekedar materi. Dalam zakat fitrah terkandung unsur akhlak dan pendidikan. Saat membayar zakat fitrah, kita seolah diajarkan, bahwa untuk berbuat baik, berempati dan berbagi tidaklah mesti menunggu kaya dahulu, karena dalam kondisi yang bagaimanapun pintu untuk membantu orang lain selalu terbuka. Inilah sifat orang yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah (artinya):
            ”Yaitu orang-orang yang mau menafkahkan hartanya dalam keadaan senang dan susah”. (Qs. 3:134)
            Dengan demikian, orang yang bertaqwa itu meskipun dalam keadaan faqir harta, terbelenggu keadaannya, tetap berusaha menjadi tangan yang diatas, karena tangan yang diatas atau si pemberi lebih baik dari tangan yang dibawah.
            Bayangkan saja, andai kita berprinsip untuk bersedekah harus menunggu kaya dahulu, dan ternyata sebelum sempat menjadi orang berharta, Izrail keburu menjemput ruh kita, pastinya kita meninggalkan dunia ini tercatat dalam golongan orang-orang yang kikir, golongan yang dibenci Allah Swt, dan termasuk dalam firman-Nya :
            ”Adapun orang-orang yang kikir dan merasa tidak membutuhkan, serta mendustakan adanya pahala yang baik, maka sungguh Kami mudahkan baginya jalan menuju kemalangan”. (Qs. 92:8-10).
Hikmah lain dapat dilihat dari jenis harta yang wajib dikeluarkan, yakni makanan pokok, dimana hanya segelintir orang yang tidak memilikinya, serta sedikitnya ukuran yang wajib dikeluarkan, membuat semua kalangan mampu melaksanakannya dan dapat meraih keuntungan atau pahala yang dijanjikan Allah Swt.
           

Ibadah Vertikal dan Horisontal
            Bila dalam ibadah lain yang lebih mengedepan adalah sisi habl minallah(hubungan vertikal antara seorang hamba dengan Tuhannya), dalam zakat fitrah terdapat dua sisi yang berbeda namun satu kesatuan, yakni habl minallah danhabl minannas (hubungan sosial antara sesama manusia). Kedua sisi vertikal dan horisontal tersebut menyatu dalam ibadah zakat seperti dua sisi mata uang, satu sama lain berbeda namun selalu bersama.
            Sisi yang pertama terlihat dalam hikmah zakat fitrah sebagai detergen yang mencuci perbuatan kotor seorang muslim yang melaksanakan puasa. Aneka perbuatan yang mencemari ibadah puasa seperti membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat dan lain sebagainya, dibersihkan oleh zakat fitrah. Sebagaimana telah dimaklum, dalam melaksanakan puasa semestinya seorang muslim tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, namun juga mempuasakan lidah, telinga, mata, hidung, tangan, kaki serta seluruh anggota tubuhnya. Namun pada kenyatannya tidak semua orang mampu melaksanakan itu semua. Tak jarang karena kelemahannya, orang yang berpuasa melanggar hal tersebut yang membuat nilai ibadah puasanya tidak sempurna. Nah, salah satu fungsi zakat fitrah adalah untuk menambal kekurangan tersebut. Waki’ bin Jarrah mengatakan, ”Zakat Fitrah berfungsi menambal kekurangan (nilai) puasa pada bulan Ramadhan, seperti sujud sahwi menambal kekurangan dalam shalat”. Demikian yang dikutip Imam Ramli dalah Nihayah al-Muhtaj (II/108).
            Sisi lainnya adalah sebagaimana yang diriwayatkan al-Baihaqi dan ad-Daraquthni dari Ibnu Umar, Rasulullah Saw bersabda, ”Cukupkanlah (kebutuhan) mereka (orang miskin) pada hari itu (yakni lebaran)”. Dalam riwayat lain dari al-Baihaqi, ”Cukupkanlah mereka dari meminta-minta pada hari ini”. Hadits yang juga diriwayatkan dari ’Aisyah oleh Abu Ibnu Sa’d dalam Thabaqat-nya tersebut memberikan gambaran sisi sosialisme zakat fitrah. Dengan berbagi kepada sesama, terjalinlah hubungan kasih sayang, terjembatani kesenjangan dan kecemburuan sosial menjadi redam.
            Kedua hikmah diatas selaras dengan yang diriwayatkan oleh beberapa ulama Hadits antara lain Abu Daud dan Ibnu Majah dalam bab Zakat Fitrah, serta al-Hakim yang memberikan penilaian shahih berdasarkan kategori al-Bukhari, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw telah mewajibkan zakat fitrah, untuk membersihkan orang yang berpuasa dari omongan yang tidak bermanfaat dan kotor, serta untuk memberi makanan kepada kaum miskin.

Nilai Ibadah Zakat
            Sebagaimana semua ibadah yang perintahkan Allah Swt, zakat fitrah hanya bernilai jika dilakukan dengan hati yang ikhlas, semata karena melaksanakan kewajiban, steril dari tujuan untuk kepentingan pribadi, seperti ’ujub, riya dan lain sebagainya.
            Selain itu, dalam setiap ibadah yang sifatnya berbagi materi, baik wajib seperti zakat fitrah dan zakat harta, maupun sunnat seperti infaq, wakaf dan sedekah, semuanya juga dinilai dari sebesar apa yang kita berikan. Semakin banyak yang kita serahkan semakin tinggi pula nilainya disisi Allah Swt. Namun, pengertian banyak disini bukanlah nominal, akan tetapi prosentasi harta yang kita bagikan. Dengan demikian, nilai tersebut akan berbeda bagi setiap orang meski nominalnya sama. Seseorang yang memiliki harta milyaran ketika mengeluarkan zakat fitrah yang hanya nol koma sekian persen dari hartanya jelas nilainya lebih rendah bila dibandingkan dengan seorang fakir yang menguras isi kantongnya untuk membayar zakat fitrah tersebut.
            Dalam sebuah hadits yang dinilai shahih oleh Imam al-Hakim berdasarkan kriteria Imam Muslim, Abu Hurairah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, ”Satu dirham telah mengungguli seratus ribu dirham”. Seorang sahabat bertanya, ”Bagaimana hal itu bisa terjadi, wahai Rasulullah?” Rasulullah Saw menjawab, ”Seseorang mempunyai harta yang banyak, lalu ia mengambil dari sebagian hartanya sebesar seratus ribu dirham lalu disedekahkannya, dan seseorang yang lain tidak memiliki harta kecuali dua dirham, lalu salah satunya disedekahkannya. Maka laki-laki yang kedua ini telah bersedekah dengan separuh harta (50 persen)”.
.Dengan demikian, semakin banyak harta yang kita miliki, semestinya semakin banyak pula yang kita nafkahkan, karena kalau tidak, nilainya dihadapan Allah Swt akan kalah dibanding mereka yang miskin.
Diakhir tulisan ini, penulis ingin mengenang teladan yang dicontohkan Almarhum Abah Guru KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani saat berobat di Rumah Sakit Budi Mulia Surabaya, kebetulan ketika itu menjelang Idl Fithr. Beliau memanggil salah seorang murid dan menyerahkan uang untuk dibelikan beras dan dibagi sebagai zakat fitrah. Ternyata uang tersebut cukup untuk membeli beberapa kwintal beras, semuanya dibagikan. Tak hanya itu, beliau juga menambahkan uang tunai. Satu hal yang penulis garis bawahi, ketika itu yang menerima bukan hanya dari kalangan Muslim namun juga non Muslim. Hal inilah yang membuat seorang perawat rumah sakit keheranan dan bertanya, “Abah, mereka tidak semuanya Muslim, bagaimana?” Sebuah jawaban bijak bernada tanya keluar dari mulut Abah Guru, ”Bagaimana perasaan hatinya bila melihat temannya menjinjing beras fitrah?”. Beliau menyambungi, ”Inilah bukti bahwa Allah Swt Maha Pemurah dan Rasulullah pemurah”.
Ya, bila Allah Maha Pemurah, Rasulullah Saw pemurah, apa pantas kita sebagai umatnya bersifat kikir? Sudah selayaknya kita menghitung berapa persen yang sudah kita keluarkan di jalan Allah Swt, dari sekian harta yang kita miliki.

Martapura, Ramadhan 1428 H/September 2007

Rabu, 29 Agustus 2012

penyesalan karena berburuk sangka

Malam itu gerimis turun. Angin pun bertiup sungguh sangat dingin. Tapi kedua suami isteri yang tinggal di sebuah rumah kecil itu berkeinginan betul hendak keluar juga. Kerana ibu si suami itu dalam keadaan sakit parah, mungkin hanya tinggal menunggu waktu saja. Hanya yang sangat merisaukan hati mereka, bagaimana dengan anaknya Harun, anak mereka yang baru saja berumur empat bulan. Kalau diajak pergi takut masuk angin dan dapat berakibat sakit. “Bagaimana Aminah, kita bawa saja Harun?” Tanya si suami.

“Jangan bang, angin kencang,” cegah isterinya.

“Habis siapa yang akan menjaganya di rumah? Apakah mungkin akan kita tinggalkan dia sendirian? Aku tak sanggup, sebab rumah kita ini terlalu dekat dengan tanah perkuburan,” kata si suami.

“Ah, abang, janganlah berfikir yang bukan-bukan,” kata isterinya yang cantik dan manis itu. “kan ada Hurairah (kucing) di rumah. Dia saja kita suruh menjaga Harun.” Kata si isteri.

“Betul juga, mengapa aku tidak ingat pada si Hurairah.” Balas suaminya dengan gembira.

“Meong….” teriaknya kemudian. Maka terdengarlah suara Hurairah membalas suara tuannya itu. Lalu dengan langkah-langkah kecil dia mendekati tuannya.

“Wahai Hurairah, malam ini engkau tidak usah menjaga lumbung padi dari dimakan oleh tikus-tikus, kami berdua mau pergi, oleh karena itu jagalah si Harun,” kata si suami.

Kucing yang cantik itu mengeong sambil mengibas-ngibaskan ekornya. Kalau boleh berkata dia akan menjawab: “Jangan bimbang tuan, saya akan menunggu dan menjaga si Harun supaya ia tertidur dengan nyenyak. Tidak akan saya izinkan seekor nyamuk pun hinggap di tubuhnya.”

Setelah berpesan begitu, maka pasangan suami dan isteri itu pun berangkat dengan perasaan lega. Mereka tahu bahwa Hurairah akan melakukan pekerjaannya dengan baik, sebab dia adalah seekor kucing yang sangat setia dengan majikannya.

Setelah melihat majikannya sudah pergi, maka Hurairah dengan cepat dan diam-diam melompat ke atas tempat tidur. Ia duduk di sebelah si Harun yang tengah mendengkur dengan nyenyaknya. Ekornya dikibas-kibaskannya agar tidak seekor nyamuk pun yang berani mengganggunya. Matanya dengan tajam mengawasi sekelilhngnya, sementara kedua kaki depannya siap mencakarkan kukunya kepada siapa saja yang berniat untuk mengusik ketenangan majikan kecilnya.

Menjelang pukul sepuluh malam, tiba-tiba kucing itu mendengar bunyi mendesis dari bawah tempat tidur. Dengan secepat mungkin Hurairah memasang kuda-kuda serta siap untuk menghadapi segala kemungkinan. Matanya tiba-tiba terbeliak terkejut dan marah, ketika melihat sebuah mulut yang ternganga dengan taring dan lidah yang menjulur panjang. Rupanya dia adalah seekor ular besar yang sudah siap untuk menelan Harun yang masih kecil itu. Dengan cepat Hurairah melompat, giginya langsung masuk menghunjam ke leher ular tersebut, dan cakarnya menyerang dengan buas. Ular itu murka kerana niatnya dihalang-halangi oleh makhluk lain. Matanya merah seperti besi terbakar. Dia membalas menyerang dengan hebat. Badan Hurairah dibelit dengan kuat, sambil mulutnya mematuk-matuk muka Hurairah.

Hurairah hampir kehabisan tenaga, kerana dibelit oleh ular besar itu, manakala mukanya pun telah berlumuran darah. Namun dia tidak mau binasa sebelum dapat membunuh ular tersebut. Dengan segala kemampuan dan kesakitannya, ia berusaha untuk menyelamatkan nyawa anak tersayang kedua majikannya itu. Akhirnya ia berhasil melepaskan diri, lalu dengan cepat menerkam leher ular itu. Digigitnya batang leher makhluk jahat tersebut sekuat tenaga sehingga akhirnya matilah musuhnya itu.

Begitu dilihatnya binatang pengganggu itu sudah tergolek kaku, barulah Hurairah dengan sisa-sisa tenaganya naik lagi ke atas tempat tidur si Harun dan duduk semula di samping si Harun. Anak kecil itu masih tertidur dengan nyenyak. Hurairah menjilat-jilat lukanya, sementara rasa pedih dan letih terasa sekujur badannya. Mulutnya masih penuh dengan darah ular tadi, sedangkan pada mukanya terdapat luka-luka yang menganga.

Belum pulih lagi tenaganya, akan tetapi secara tiba-tiba dia mendengar suara majikannya di halaman rumah. Dengan gerakan yang lemah dan lunglai, Hurairah turun dari tempat tidur. Perlahan-lahan ia berjalan menuju ke pintu, menyambut kedatangan kedua majikannya yang sangat dicintainya itu. Dilihatnya ibu Harun berjalan menunduk sambil terisak-isak. Bapanya pula terlihat sangat sedih. Hurairah pun ikut berdukacita memperhatikannya.

Mereka berbimbingan tangan memasuki halaman rumah. Ketika mereka tiba di depan pintu, Hurairah berbunyi lembut: “Ngeong…., ngeong…., sambil terhuyung-huyung mendekati majikannya.

Tiba-tiba saja ibu Harun menjerit, “Bang….! Harun bang….!”

Suaminya terperanjat tapi tidak mengerti, “Mengapa Harun Aminah?” Tanya suaminya.

“Lihatlah si Hurairah, mulutnya berlumuran darah. Pasti anak kita telah diterkam dan dibunuhnya. Oh, Harun…. anak kita, bang. Bunuh Hurairah, bang! Ia telah memakan anak kita!” Kata si isteri.

Si suami baru tahu apa yang dimaksudkan oleh isterinya. “Betul! Mulut Hurairah penuh dengan darah segar, pasti Harun telah diterkamnya.”

Tanpa berfikir panjang, si suami lalu mengambil besi. Dengan penuh kemurkaan lalu dipukulnya benda keras itu ke tubuh si Hurairah. Kucing itu menjerit; “ngeong….” Lelaki itu bertambah marahnya lagi, lalu diambilnya pula sebuah batu, ditimpakannya ke kepala Hurairah.

Maka bercucuranlah darah dari kepala bhnatang yang tidak berdosa itu. Badannya terkejang-kejang. Dari matanya mengeluarkan air mata yang jernih satu-satu. Setelah mengeong untuk terakhir kalinya, kucing yang cantik itu pun menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Melihat korbannya sudah mati, maka pasangan suami isteri itu terburu-buru masuk ke bilik. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat suasana bilik itu. Yang nampak pertama kali di depan pintu adalah bangkai seekor ular besar yang hampir putus lehernya. Maka dengan hati berdebar-debar mereka berlari ke tempat tidur. Ternyata anaknya Harun masih tetap dalam keadaan tertidur nyenyak.

Barulah mereka dapat meneka apa yang telah terjadi selama mereka tidak berada di rumah tadi. Bukan Hurairah yang bersalah, ternyata kucing itu telah berjuang mati-matian untuk menyelamatkan anak mereka. Seketika itu juga pucatlah wajah mereka. Mereka menyesal berkepanjangan. Ternyata Hurairah adalah kucing yang tetap setia. Dia tidak mempedulikan keselamatan dirinya asalkan tugas yang dipercayakan kepadanya ditunaikannya. Kalau perlu dirinya sendiri menjadi korban untuk menyelamatkan nyawa majikan kecilnya. Namun balasan yang diterimanya bukan belaian kasih sayang dan terima kasih, akan tetapi nyawanya dihabiskan dengan penuh kekejaman.

Suami isteri itu menangis tersedu-sedu menyesali kesalahannya, ia bertaubat kepada Allah SWT serta berjanji untuk tidak lagi berbuat semena-mena terhadap binatang yang tidak berdosa, tanpa periksa terlebih dahulu. Bangkai Hurairah diangkat dan diciumnya, tapi yang sudah pergi tidak akan kembali, dan penyesalan mereka juga sudah tidak berarti, karena yang sudah mati itu tidak akan hidup lagi. Cuma sebagai pedoman atau pengajaran buat masa yang akan datang.

Kamis, 23 Agustus 2012

Sistem Reproduksi Wanita


Sistem Reproduksi Wanita- Pada wanita, hormon yang berperan dalam pendewasaan seksual primer dan sekunder adalah hormon estrogen, biasanya terjadi pada usia 11–13 tahun. Ciri-ciri seksual sekunder pada wanita adalah mulai tumbuhnya bagian-bagian khas seorang wanita, seperti payudara, pinggul, serta tumbuh rambut di sekitar kelamin dan ketiak. Hormon pada wanita juga banyak memengaruhi siklus reproduksi dan proses kehamilan.
Manusia berkembang biak secara generatif atau seksual karena pembuahan hanya dapat terjadi jika sel kelamin jantan (sperma) membuahi sel kelamin betina (sel telur). Dalam Biologi, seks didefinisikan sebagai keseluruhan struktur dan fungsi yang mencirikan perbedaan antara jantan dan betina. Oleh karena alat-alat seksual manusia terpisah antara jantan dan betina, organ reproduksi manusia disebut berumah dua atau dioecius.
1. Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita dimulai dari tempat pembentukan sel telur yang disebut ovarium. Ovarium ada sepasang dan setiap bulannya bergantian menghasilkan sel telur. Pada manusia, sel telur berkembang di sebuah kantung khusus yang disebut folikel de Graaf. Di kantung ini, sel telur mengalami pertumbuhan hingga akhirnya dikeluarkan dari ovarium. Proses keluarnya sel telur dari ovarium disebut ovulasi. Sel telur yang diovulasikan akan bergerak menuju dinding rahim melalui sebuah saluran yang dinamakan tuba Fallopi. Di saluran inilah umumnya fertilisasi oleh sperma terjadi. Sel telur yang dibuahi atau yang tidak dibuahi akan mencapai uterus dalam jangka waktu satu minggu. Dinding uterus mengandung banyak pembuluh darah yang menyediakan suplai makanan dan oksigen bagi calon bayi.
Rahim mempunyai ukuran panjang sekitar 7 cm dan lebar sekitar 4–5 cm. Namun, akan mampu menampung bayi dengan panjang 45 cm dan berat hingga 4 kg. Jika tidak terjadi pembuahan, dinding endometrium rahim akan meluruh sehingga terjadilah menstruasi pada wanita. Proses tersebut dipengaruhi oleh hormon-hormon yang saling bekerja sama untuk mempersiapkan kehamilan.
Gambar 10.6 Organ reproduksi pada wanita beserta bagian-bagiannyaGambar 10.6 Organ reproduksi pada wanita beserta bagian-bagiannya.
Organ reproduksi wanita bagian luar adalah vagina (Gambar 10.6). Vagina merupakan saluran dengan dinding tebal, tempat masuknya sperma dan keluarnya bayi ketika dilahirkan. Proses masuknya sel sperma didahului dengan masuknya penis pada lubang vagina. Proses ini dinamakan dengan coitus atau senggama. Vagina memiliki beberapa aksesoris yang terdiri atas klitoris, bagian kulit penutup vagina, serta selaput dara (hymen). Bagian kulit penutup bagian luar dengan kulit yang lebih tebal dinamakan labia mayor dan bagian kulit penutup di bagian dalam disebut labia minor. Selaput dara merupakan jaringan kulit tipis yang melindungi vagina pada saat membuka. Bagian tersebut mudah sekali terkoyak oleh gesekan, baik oleh benda keras maupun proses senggama. Sebelum memasuki rahim, terdapat saluran reproduksi yang disebut leher rahim (cervix). Pada bagian ini, disekresikan cairan yang berguna mencegah masuknya bakteri dan kuman lainnya penyebab infeksi. Pada masa ovulasi, cairan ini akan sangat kondusif terhadap pergerakan sperma. Namun, setelah masa ovulasi cairan tersebut biasanya akan mengental untuk mencegah masuknya sel sperma.
2. Oogenesis
Berbeda dengan sel sperma yang diproduksi seumur hidup oleh pria, sel telur pada wanita terbatas jumlahnya. Jumlah sel telur wanita, pada usia tujuh tahun adalah sekitar 300.000. Akan tetapi, jumlah tersebut berkurang seiring waktu. Selama masa reproduksi, sel telur yang akan dilepaskan hanya sekitar 400–500 buah sel telur (Starr and Taggart, 1995: 780). Sel telur tersebut diovulasikan setiap bulan mulai dari masa aktif reproduksi saat menstruasi kali pertama. Jadi, kurang lebih wanita akan mengalami masa subur dalam waktu 33 hingga 41 tahun atau dalam rentang usia 12 hingga 45–63 tahun.
Gambar 10.7 Oogenesis terjadi di dalam ovariumGambar 10.7 Oogenesis terjadi di dalam ovarium yang akan menghasilkan ovum.
Gambar 10.8 Oogenesis terjadi di ovariumGambar 10.8 Oogenesis terjadi di ovarium
3. Menstruasi
Pada siklus ovulasi, sel telur yang tidak dibuahi harus dikeluarkan dari dalam tubuh bersamaan dengan pendukung implantasi bayi di dinding rahim, yaitu endometrium. Proses peluruhan dinding rahim dan dibuangnya sel telur yang tidak dibuahi ini, disebut menstruasi. Secara hormonal, proses ini diawali dengan diproduksinya hormon gonadotropin (gonadotropin releasing hormone) yang akan memerintahkan pituitari untuk menghasilkan hormon FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). FSH dan LH ini akan menginisiasi (merangsang) pembentukan folikel tempat pematangan sel telur di dalam ovarium. Folikel yang berkembang akan menghasilkan hormon estrogen. FSH, LH, dan hormon estrogen akan berpengaruh terhadap pematangan sel telur selama lebih kurang dua minggu hingga tiba waktu ovulasi. Estrogen yang dihasilkan akan berpengaruh pada perkembangan folikel, merangsang pembentukan endometrium, serta merangsang diproduksinya FSH dan LH lebih banyak. Hormon FSH dan LH yang melimpah di hari ke-12 siklus menstruasi akan memengaruhi masa meiosis II hingga terjadi ovulasi. Ovulasi terjadi di hari ke-14 dan pada waktu ini seorang wanita dikatakan berada dalam keadaan subur. Masa subur tersebut berlangsung selama lebih kurang 24 jam saja.
Folikel yang telah ditinggalkan oleh sel telur disebut badan kuning atau corpus luteum yang menghasilkan hormon estrogen serta progesteron. Kedua hormon ini bekerja menghambat sintesis FSH dan LH sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit. Selain itu, mengakibatkan penghambatan pematangan folikel lain di ovarium. Estrogen dan progesteron bersama-sama mempersiapkan kehamilan dengan mempertebal dinding endometrium hingga mencapai ketebalan 5 mm. Jika tidak terjadi kehamilan atau fertilisasi, corpus luteum akan berdegenerasi sehingga produksi estrogen dan progesteron menurun. Jika kedua hormon ini menurun, tidak ada lagi yang mempertahankan keberadaan endometrium sehingga endometrium mengalami degenerasi. Proses ini terjadi di hari ke-27 atau 28 dan terjadilah menstruasi.
Gambar 10.9 Siklus menstruasiGambar 10.9 Siklus menstruasi. Siklus ini dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. ada hari keberapa ter adi menstruasi?
Dengan hilangnya estrogen dan progesteron, hormon gonadotropin dengan leluasa dapat memerintahkan pituitari hipofisis untuk kembali memproduksi FSH dan LH dan memulai siklus menstruasi kembali.

Sabtu, 04 Agustus 2012

makalah biologiku


BAB 1

1.1 LANDASAN TEORI
Rumput laut atau sea weeds secara ilmiah dikenal dengan istilah alga atau ganggang. Rumput laut termasuk salah satu anggota alga yang merupakan tumbuhan berklorofil.
Rumput laut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
            Autotrof
            Eukariot
            Multiseluler dan uniseluler
            Berrklorofil, berkloroplas
            Hidup di air
            Bentuk tetap
            Cara gerak : motil (kekuatan sendiri), non motil (tidak dapat bergerak)
            Reproduksi : pembelahan sel, fragmentasi, dan pembentukan zoospora
Macam-macam dari alga adalah: alga hijau(clorophyta), alga coklat(phaeophyta), alga merah(rhodophyta), alga keemasasan(crhysophyta).


1.2 TUJUAN

Untuk mengetahui bermacam-macam manfaat yang dihasilkan oleh rumput laut, mengetahui cara pembuatan bahan baku yang dihasilkan dari rumput laut, mengetahui cara membudidayakannya, dan untuk mengetahui kandungan gizi yang terdapat didalam rumput laut.



1.3         RUMUSAN MASALAH

2.    Apa saja manfaat dari rumput laut ?
3.    Apa saja kandungan gizi yang terdapat dalam rumput laut ?
4.    Rumput laut dapat di olah menjadi apa saja ?



1.3 MANFAAT
Dapat mengetahui bermacam-macam manfaat yang dihasilkan oleh rumput laut, mengetahui cara pembuatan bahan baku yang dihasilkan dari rumput laut, mengetahui cara membudidayakannya, dan dapat mengetahui kandungan gizi yang terdapat didalam rumput laut.




BAB 2


2.1 PEMBAHASAN

1.      MANFAAT DARI RUMPUT LAUT
 







1.   Sebagai Bahan obat-obatan (anticoagulant, antibiotics, antihehmethes, antihypertensive agent, pengurang cholesterol, dilatory agent, dan insektisida.
2.   Karena kandungan gizinya yang tinggi, maka mampu meningkatkan sistem kerja hormonal, limfatik, dan juga saraf.
3.   Meningkatkan fungsi pertahanan tubuh, memperbaiki sistem kerja jantung dan peredaran darah, serta sistem pencernaan.
4.   Obat tradisional untuk batuk, asma, bronkhitis, TBC, cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual.
5.   Kandungan yodiumnya diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit gondok.
6.   Kandungan klorofil rumput laut bersifat antikarsinogenik, kandungan serat, selenium dan seng yang tinggi pada rumput laut dapat mereduksi estrogen. Disinyalir level estrogen yang terlalu tinggi dapat mendorong timbulnya kanker, sehingga konsumsi rumput laut memperkecil resiko kanker bahkan mengobatinya.
7.   Kandungan vitamin C dan antioksidannya dapat melawan radikal bebas.
8.   Kaya akan kandungan serat yang dapat mencegah kanker usus besar, melancarkan pencernaan, meningkatkan kadar air dalam feses.
9.   Membantu metabolisme lemak, sehingga menurunkan kadar kolesterol darah dan gula darah.
10. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar dan gangguan pencernaan lainnya.
11. Dapat membantu penyerapan kelebihan garam pada tubuh.
12. Baik untuk diet, mengurangi resiko obesitas, serat pada rumput laut bersifat mengenyangkan dan kandungan karbohidratnya sukar dicerna sehingga akan menyebabkan rasa kenyang lebih lama.
13. Anti oksidan yang berperan dalam penyembuhan dan peremajaan kulit. Vitamin A (beta carotene) dan vitamin C nya bekerja dalam memelihara kolagen, sedangkan kandungan protein dari rumput laut penting untuk membentuk jaringan baru pada kulit. Sehingga Mencegah penuaan dini.
14. Mengandung kalsium sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan susu, sehingga rumput laut sangat tepat dikonsumsi untuk mengurangi dan mencegah gejala osteoporosis.
    Makanan dan susu (Ice cream, yoghurt, waper krim, cokelat susu, pudding instant)
    Minuman (Minuman ringan, jus buah, bir)
    Roti
    Permen
    Daging ikan dalam kaleng
    Saus, salad dressing, kecap
    Makanan diet (Jelly, jam, sirup, puding)
    Makanan bayi
    Non pangan (Makanan hewan, makanan ikan, cat, keramik, tekstil, kertas)
    Farmasi dan koxsmetik (Pasta gigi, shampoo, obat tablet, bahan cetak gigi, obat salep)
    Sebagai Bahan obat-obatan (anticoagulant, antibiotics, antihehmethes, antihypertensive agent, pengurang cholesterol, dilatory agent, dan insektisida.
    Karena kandungan gizinya yang tinggi, maka mampu meningkatkan sistem kerja hormonal, limfatik, dan juga saraf.
    Meningkatkan fungsi pertahanan tubuh, memperbaiki sistem kerja jantung dan peredaran darah, serta sistem pencernaan.
    Obat tradisional untuk batuk, asma, bronkhitis, TBC, cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual.

2.      KANDUNGAN GIZI DALAM RUMPUT LAUT

B.   Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium. Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10 -20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat.


3.      HASIL OLAHAN RUMPUT LAUT
 







Nori: Nori dibuat dari rumput laut yang dihaluskan. bubur rumput laut ini kemudian dihamparkan dengan ketebalan yang sangat tipis. Proses selanjutnya dikeringkan sehingga bentuknya lembaran menyerupai kertas. Nori banyak digunakan pada masakan Jepang, mulai dari pembungkus sushi, udang gulung atau rollade goreng. Pilih nori yang lentur, kering dan warnanya hitam mengkilat.


Kombu dan Wakame Sejenis ganggang laut yang dikeringkan. Kombu adalah bahan dasar membuat kaldu pada masakan Jepang. Setelah direbus kuahnya untuk kaldu dan kombunya digunakan untuk isi soup, salad atau tumisan. Sedangkan wakame, bentuknya hampir menyerupai kombu, biasanya digunakan untuk campuran salad, isi soup atau campuran mie. jangan merebus wakame lebih dari satu menit untuk mendapatkan citarasa yang maksimal.

Manisan Rumput Laut Diperoleh dari rumput laut segar, kemudian dicuci, direbus dan diolah dengan larutan gula sebagai pengawetnya. Citarasanya menyegarkan dan teksturnya kenyal juga renyah, sangat cocok untuk campuran es, pudding dan aneka dessert.
Agar-agar Proses membuat agar-agar sangat panjang. Tahap pertama pemilihan jenis rumput laut yang akan digunakan, yaitu jenis gracilaria sp atau gelidium sp. Slanjutnya proses pemecahan dinding sel, pemasakan(ekstrasi) sampai pada pengeringan. Dipasaran banyak dijumpai agar-agar dalam aneka bentuk, baik yang batangan maupun serbuk


BAB 4

4.1 KESIMPULAN
     
      Rumput laut adalah sejenis rerumputan yang tumbuh di laut dan sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan, Rumput laut ini sangat kaya dengan kandungan - kandungan vitamin dan senyawa lainnya.
Seperti umumnya pada alga jenis lain, morfologi rumput laut jenis Glacilaria disebut thallus (jamak: thalli), yaitu tidak memiliki perbedaan nyata antara akar, batang dan daunnya. Perkembangbiakannya dilakukan dengan 2 cara yaitu secara kawin antara gamet jantan dan gamet betina (generatif) serta tidak kawin melalui vegetatif, konjugatif dan penyebaran spora yang terdapat pada kantong spora (carporspora, cystocarp).
Berdasarkan kandungan pigmennya, rumput laut dikelompokkan menjadi 4 kelas yaitu : Rhodophyceae (ganggang merah), Phaeophyceae (ganggang cokelat), Chlorophyceae (ganggang hijau), Cyanophyceae (ganggang biru hijau
Gulma laut atau rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Istilah "rumput laut" adalah rancu secara botani karena dipakai untuk dua kelompok "tumbuhan" yang berbeda.Rumput laut sangat berguna bagi kehidupan manusia. Semua manfaatnya telah diurai stu persatu pada pembahasan diatas.








BAB 5
5.1 DAFTAR PUSTAKA

2.      http://www.noveloke.com/2010/05/mau-tau-manfaat-rumput-laut-coy-ini-dia.html
4.      http://www.google.co.id/imgres?q=jenis-jenis+alga&hl=id&sa=X&gbv=2&biw=1024&bih=559&tbm=isch&tbnid=wtkP6B-nH2zM-M:&imgrefurl=http://pinkzchocolate.blog
8.      www.anekaindustri.com
9.      Pratiwi Dra D.A, biologi sma kelas x. PT Erlangga.jakarta





Alumunium dan senyawanya


aluminium dan Senyawanya- Aluminium berada dalam golongan IIIA pada sistem periodik dengan elektron valensi ns2 np1, dan bilangan oksidasi +3. Aluminium pada umumnya membentuk senyawa kovalen. Senyawa ion aluminium sangat terbatas, misalnya AlF3.
1. Kelimpahan Aluminium di Alam
Aluminium merupakan unsur dengan kelimpahan pada urutan ketiga dalam kerak bumi (setelah oksigen dan silikon). Aluminium terutama terdapat dalam mineral aluminosilikat yang ditemukan berasal dari batuan kulit bumi. Akibat perubahan alam, batuan ini membentuk lempung yang mengandung aluminium. Setelah melalui proses alam yang panjang dan lama, lempung tersebut menghasilkan deposit bauksit, suatu bijih aluminium yang mengandung AlO(OH) dan Al(OH)3 dalam berbagai komposisi. orundum adalah mineral keras yang mengandung aluminium oksida, Al2O3. Oksida aluminium murni tidak berwarna, tetapi akibat adanya pengotor dapat menghasilkan berbagai warna. Contohnya seperti pada Gambar 3.26, safir berwarna biru dan ruby berwarna merah tua.


Gambar 3.26 (a) Ruby berwarna biru. (b) Safir berwarna merah tua
2. Sifat-Sifat Unsur Aluminium
Berdasarkan potensial reduksi standar (E° = – 1,66), aluminium mudah teroksidasi menjadi aluminium oksida, Al2O3. Oksida ini membentuk lapisan tipis pada permukaan aluminium dan bersifat inert terhadap oksidasi sehingga lapisan oksida ini mampu mencegah terjadinya oksidasi berkelanjutan (pasivasi). Aluminum dapat bereaksi secara langsung dengan halogen membentuk aluminium halida disertasi pelepasan gas hidrogen.

2Al(s) + 6HCl(aq) →2AlCl3(aq) + 3H2(g)
Dengan asam nitrat, aluminium tidak bereaksi karena ada lapisan oksida yang tahan terhadap asam nitrat.
Tabel 3.14 Sifat Fisika dan Kimia Aluminium
Sifat Sifat
Aluminium
Titik leleh (°C)
660
Titik didih (°C)
2467
Massa jenis (gcm–3)
2,70
Keelektronegatifan
1,5
Jari-jari ion ( )
0,68
Jari-jari kovalen ( )
1,25
Potensial reduksi (V)
1,66
Aluminium hidroksida larut dalam asam membentuk ion Al3+, dan dalam basa berlebih membentuk ion aluminat, Al(OH)4 .
Al(OH)3(s) + 3H+(aq) →Al3+(aq) + 3H2O(l)
Al(OH)3(s) + OH(aq) →Al(OH)4(aq)
Dengan demikian, aluminium hidroksida adalah suatu amfoter.

3. Pembuatan dan Kegunaan Unsur/Senyawa Aluminium
Aluminium dibuat melalui proses Hall H roult, suatu metode komersial pembuatan aluminium melalui elektrolisis aluminium oksida yang dilarutkan dalam lelehan kriolit, Na3AlF6. Campuran kriolit dielektrolisis pada suhu sekitar 950°C. Sel elektrolisis ditunjukkan pada Gambar 3.27.


Gambar 3.27 Sel Hall-Heroult untuk produksi aluminium Aluminium oksida dielektrolisis dalam kriolit cair (elektrolit).
Lelehan Al terbentuk pada katode dan berkumpul di bawah sel, yang dikeluarkan secara berkala. Walaupun reaksi pada elektrolisis sangat rumit, tetapi reaksi bersihnya dapat dituliskan seperti berikut.
Katode: 4Al3+(aq) + 12e– → 4Al(l)
Anode: 12O2–(aq) + 3C(s) →3CO2(g) + 12e
Reaksi sel: 2[2Al3++3O2–] + 3C(s) →4Al(l)+3CO2(g)

Anode karbon dibuat dari karbonasi minyak bumi yang harus diganti secara kontinu sebab sering terkontaminasi oleh pengotor. Aluminium dibuat dalam jumlah besar untuk paduan logam. Logam aluminium murni bersifat lunak dan mudah terkorosi. Penambahan sejumlah kecil logam lain, seperti Cu, Mg, atau Mn, aluminium akan menjadi keras dan tahan terhadap korosi. Beberapa aluminium digunakan untuk mengekstraksi logam lain. Logam kromium diperoleh melalui reduksi oksidanya oleh serbuk aluminium. Reaksi Cr2O3 dengan aluminium bersifat eksotermis.
Cr2O3(s) + 2Al(l)→ Al2O3(l) + 2Cr(l) ΔH°= –536 kJ
Reaksi serupa diterapkan pada las listrik untuk menyambung besi, yaitu campuran dari serbuk aluminium dan besi(III) oksida, yang disebut termit (lihat Gambar 3.29). Sekali campuran ini dibakar, reaksi berlangsung terus menghasilkan pijar tinggi bertabur bunga api.

Gambar 3.29 Pembakaran termit
2Al + Fe2O3 → 2Fe + Al2O3
Senyawa aluminium yang penting adalah alumina atau aluminium oksida. Senyawa ini dibuat melalui pemanasan aluminium hidroksida yang diperoleh dari bauksit dan dilakukan pada 550°C. Alumina membentuk senyawa berpori atau berupa serbuk padat berwarna putih.
2Al(OH)3(s)⎯ Δ→Al2O3(s) + 3H2O(l)
Alumina digunakan sebagai katalis, juga digunakan untuk memproduksi logam aluminium. Jika alumina diuapkan pada suhu tinggi (2.045°C), akan terbentuk corundum yang digunakan sebagai ampelas atau gerinda. Jika alumina diuapkan dengan logam pengotor tertentu, akan diperoleh permata safir atau ruby. Ruby sintesis mengandung 2,5% kromium oksida, Cr2O3 dalam alumina, dan digunakan terutama pada arloji dan sebagai asesoris permata. Dalam air, ion aluminium membentuk kompleks hidrat, Al(H2O)63+dan ion ini mudah terhidrolisis:
[Al(H2O)6]3+(aq)+H2O(l) [Al(H2O)5OH]2+(aq)+ H3O+(aq)
Aluminium sulfat oktadekahidrat, Al2(SO4)3.18H2O merupakan garam aluminium yang dapat larut dalam air, dibuat melalui pelarutan bauksit dalam asam sulfat. Aluminium sulfat digunakan dalam jumlah besar untuk perekat kertas. Pada proses ini, zat seperti lempung dari aluminium sulfat ditambahkan ke dalam fiber selulosa untuk menghasilkan material berpori menjadi halus. Aluminium sulfat juga digunakan untuk mengolah air limbah dari pulp kertas dan untuk menjernihkan air limbah. Jika basa ditambahkan kepada larutan garam aluminium ini, endapan seperti gelatin dari aluminium hidroksida terbentuk.
Al3+(aq) + 3OH(aq) →Al(OH)3(s)
Ion aluminium mengkoagulasi suspensi koloid yang selanjutnya menyerap endapan aluminium hidroksida. Aluminium hidroksida sering diendapkan ke dalam fiber untuk menyerap celupan tertentu. Aluminium klorida heksahidrat, AlCl3.6H2O dapat dibuat melalui pelarutan alumina dalam asam klorida. Garam ini digunakan sebagai penghilang bau keringat dan desinfektan (Gambar 3.31).

Gambar 3.31 Tawas, AlK(SO4)2.12H2O digunakan untuk pengolahan air.
Garam aluminium tidak berhidrat, AlCl3 tidak dapat dibuat melalui pemanasan hidrat sebab akan terurai menghasilkan HCl. Aluminium klorida tak berhidrat diperoleh melalui reaksi serbuk aluminium dengan gas klorin.
2Al(s) + 3Cl2(g) →2AlCl3(s)
Padatan AlCl3 diyakini ionis, tetapi jika dipanaskan pada suhu titik lelehnya akan terbentuk senyawa kovalen Al2Cl6. Aluminium klorida menyublim pada titik lelehnya (180°C) dan molekul Al2Cl6 terdapat dalam uapnya. Struktur Al2Cl6 merupakan dimer dari AlCl3 dengan klorin sebagai jembatannya.
Pada suhu lebih tinggi, molekul Al2Cl6 berwujud uap akan terdisosiasi menjadi molekul AlCl3 dengan struktur molekul trigonal planar. Aluminium klorida tak berhidrat ini digunakan sebagai katalis, misalnya pada pembuatan etilbenzena.
Contoh Mengidentifikasi Senyawa Aluminium
Suatu larutan diduga mengandung NaCl(aq), MgCl2(aq), atau AlCl3(aq). Bahan uji kimia apakah untuk mengidentifikasi larutan ini? Anda hanya dapat menggunakan satu zat.

Jawab
Tambahkan NaOH(s) tetes demi tetes ke dalam larutan. Jika NaOH(s) ditambahkan pada AlCl3(aq), endapan putih Al(OH)3 terbentuk. Penambahan NaOH secara berlebih akan melarutkan kembali endapan yang terbentuk menghasilkan aluminat yang larut, Na[Al(OH)4]. Jika NaOH ditambahkan ke dalam larutan MgCl2, padatan putih Mg(OH)2 terbentuk. Penambahan NaOH berlebih tidak melarutkan endapan yang terbentuk. Larutan NaCl tidak memberikan endapan dengan ditambahkannya NaOH.

Unsur-unsur Golongan Utama
A. Unsur-unsur Gas Mulia
1. Kelimpahan Gas Mulia di Alam
2. Sifat-Sifat Unsur Gas Mulia
3. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Gas Mulia
4. Senyawa Gas Mulia

B. Unsur-unsur Halogen
1. Kelimpahan Unsur Halogen
2. Sifat-Sifat Unsur Halogen
3. Pembuatan dan Manfaat Kegunaan Unsur Halogen
4. Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen

C. Unsur-unsur Golongan Alkali
1. Kelimpahan Unsur Logam Alkali di Alam
2. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali
3. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali
4. Pembuatan dan Manfaat Kegunaan Senyawa Alkali

D. Unsur Golongan Alkali Tanah
1. Kelimpahan Unsur Logam Alkali Tanah
2. Sifat-Sifat Unsur Logam Alkali Tanah
3. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Logam Alkali Tanah
4. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Alkali Tanah

E. Alumunium dan Senyawanya
1. Kelimpahan Aluminium di Alam
2. Sifat-Sifat Unsur Aluminium
3. Pembuatan dan Kegunaan Unsur/Senyawa Aluminium

F. Karbon dan Silikon
1. Kelimpahan Karbon dan Silikon di Alam
2. Sifat-Sifat Karbon dan Silikon
3. Pembuatan serta Kegunaan Unsur Karbon dan Silikon

G. Nitrogen, Oksigen dan Belerang
1. Kelimpahan Nitrogen , Oksigen, dan Belerang di Alam
2. Sifat-Sifat Unsur Nitrogen , Oksigen, dan Belerang
3. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Nitrogen, Oksigen, dan Belerang
4. Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Nitrogen, Oksigen, dan Belerang